Top Kesehatan Lansia

Dari Lansia
Revisi sejak 16 Oktober 2014 08.26 oleh Lansia (bicara | kontrib)

Mau atau tidak mau, ketika manusia sudah memasuki usia lanjut akan ada banyak permasalahan mengenai kesehatan. Akan tetapi kalau kita tidak dapat mengelak pernyataan itu kita tetap bisa mempersiapkan diri dan mengetahui keadaan-keadaan yang bagaimana yang nantinya juga akan kita alami. Mari kita simak artikel-artikel mengenai kesehatan lansia berikut ini.

  • Pencegahan penyakit dan kiat tetap sehat pada usia lanjut
    Menua secara fisiologis ditandai dengan semakin menghilangnya fungsi dari banyak organ tubuh. Bersamaan dengan itu meningkat pula insiden penyakit seperti coronary arterial disease (CAD), penyakit-penyakit serebrovaskular, penyakit ginjal dan paru. Hal ini akan menyebabkan semakin cepatnya tubuh kehilangan fungsi-fungsi organnya. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah, menunda, atau menemukan dan mengenali secara dini berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, serta mengatasi penyakit-penyakit yang muncul untuk mencegah komplikasi. Upaya tersebut disebut pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
  • Empat Belas Masalah Kesehatan Utama Pada Lansia
    Penampilan penyakit pada lanjut usia (lansia) sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat berthan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
  • Tips Menjaga Kesehatan Lansia
    Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hipertensi, stroke, dan osteoporosis sering sekali dirisaukan oleh orang tua kita yang ada di tahap Lansia. Tentu saja, sebagai putra-putri yang bangga dibilang sayang Bokap Nyokap, kita musti tahu penyakit-penyakit metabolik yang ada serta apa saja yang musti diberikan untuk mereka. Masih ingat slogan Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati kan?
  • Tujuh Tip Makanan Sehat bagi Lansia
    Asupan makanan untuk orang lanjut usia (lansia) tentu berbeda dengan orang yang lebih muda. Selain kemampuan organ pencernaan yang mulai berubah, kebutuhan nutrisi pun berubah. Maklum, sejumlah potensi penyakit dengan mudah datang di masa tua. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu makanan bagi lansia, sebagaimana ditulis dalam situs Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.
  • Ketahuilah Penyakit Jantung yang Sering Dialami Para Lansia
    Artikel ini akan meembahas mengenai penyakit jantung pada lansia yang biasanya disebabkan oleh multifaktor. Misalnya saja, darah tinggi dan kolesterol yang menjadi faktor resiko penyakit jantung. Hal inilah yang menyebabkan kompleksitas penyakit jantung pada para lansia karena memang penyebabnya bisa multifaktor. Hasil penelitian di AS yang dilakukan pada tahun 2001 menemukan bahwa yang terbanyak ditemukan ialah penyakit jantung koroner sebanyak 13%, disusul oleh infark miokard akut 8%, kelainan pada katup jantung 4%, gagal jantung 2% dan penyakit jantung hipertensif sebanyak 1%.
  • Bakteri Baik dalam Usus Bikin Lansia Panjang Umur
    Kunci panjang umur itu tentulah hidup sehat, termasuk makan sehat, rutin berolahraga dan tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini berlaku tak hanya bagi generasi muda dan paruh baya tetapi juga lansia.
  • Cegah Keropos Tulang dengan Senam Osteoporosis
    Apa sebenarnya yang dimaksud dengan osteoporosis? Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah.Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah, tetapi dengan beberapa persyaratan. Untuk mencegah osteoporosis, maka kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan soft drink harus dikurangi. Sebaliknya harus membiasakan mengkonsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti teri, udang rebon, kacang-kacangan, tempe atau minum susu.
  • Peranan Anti Oksidan pada Usia Lanjut
    Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll. Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.