Humor Kakek Nenek

"Nek, ketika Nenek dan Kakek punya bayi untuk pertama kalinya, pada saat tengah malam pernahkah Kakek sendiri yang bangun untuk memberikan susu pada bayinya?"
"Ohh ... nggak pernah, Nenek yang selalu melakukannya sendiri."
"Hhhmm ... saat itu pasti belum jamannya emansipasi wanita ya?"
"Bukan ... waktu itu belum ada botol susu untuk bayi."
Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. (1 Tesalonika 2:7)
Suatu hari, di sebuah rumah di tepian kota, terjadi pembicaraan antara kakek dengan cucunya.
Cucu: Kek, kemarin ada orang jatuh dari lantai tiga!
Kakek: Emangnya kenapa?
Cucu: Anehnya orang itu tidak meninggal!
Kakek: Ah, itu sih biasa!
Cucu: Lho kok? (Dengan penuh heran, si cucu menatap wajah kakeknya)
Kakek: Waktu Kakek masih muda dulu, Kakek pernah jatuh dari lantai enam!
Cucu: Waooooo!
Kakek: Hanya jari manis kakek yang keseleo! Yang lain patah semua.
"Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman." (Amsal 16:5)
Kakek: "Mestinya di televisi lebih banyak menayangkan film Mr. Bean atau Charlie Chaplin."
Cucu: "Memangnya kenapa, kakek penggemar film-film lucu yah?"
Kakek: "Bukan begitu, Cu, soalnya kuping kakek sekarang sudah tuli!"
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)